Bermanfaat
berarti memberikan manfaat bagi orang lain. Menggunakan segala potensi yang
dimiliki dan membagikannya pada orang lain. Tidak semua orang bisa melakukan
hal ini, hanya sebagian orang yang jiwanya tergerak untuk bisa berbagi dan juga
kondisinya memungkinkan. Sebagai manusia yang diciptakan oleh Allah, kita hidup
bukan hanya untuk menjaga hubungan baik kita dengan Allah (hablum minallah) yang
dilaksanakan dengan hanya beribadah kepada-Nya, akan tetapi kita juga perlu
menjaga hubungan baik kita dengan sesama manusia (hablum minannas) yang
dilakukan dalam interaksi sosial.
Menjadi
seorang relawan, bisa menjadi salah satu alternatif bagi kita yang ingin
bermanfaat untuk orang lain. Seseorang disebut sebagai seorang relawan bukan
hanya orang-orang yang membantu saat terjadi bencana alam seperti gunung
meletus, banjir, tanah longsor dan lain-lain. Namun, relawan adalah orang yang
mau mendedikasikan waktu, tenaga dan pikirannya secara sukarela untuk membantu
orang lain tanpa mendapatkan upah dari siapapun. Jadi, segala bentuk kegiatan
yang dilakukannya murni untuk membantu orang lain.
Manusia sebagai makhluk sempurna ciptaan Allah, selain dikaruniai akal dan pikiran, kita juga dikaruniai hati yang juga dapat merasakan apa yang dirasakan oleh saudara kita. Hal ini sama seperti makna ukhuwah Islamiyah, bila seorang atau sekelompok mukmin mengalami kesulitan, maka mukmin yang lain akan turut merasakannya. Selanjutnya, akan memberikan bantuan dalam bentuk apapun untuk meringankan beban dan penderitaan saudaranya. Rasulullah SAW bersabda, "Orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, mengasihi dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya)." (HR. Bukhari dan Muslim)
Bagi sebagian orang yang kurang
menyukai suasana yang ramai, cenderung menarik diri untuk tidak terlibat dalam
kegiatan sosial. Namun, bukan berarti mereka yang tidak terlibat dalam kegiatan
sosial adalah orang yang anti sosial. Hanya saja, bisa jadi ada beberapa hal
yang menghalangi mereka. Saya termasuk salah satu dari mereka yang selama ini
bersembunyi dari khalayak ramai. Sebenarnya, ketika melihat berita-berita di
surat kabar atau sosial media yang memberitahukan tentang kejadian bencana alam
dan lainnya yang membutuhkan uluran tangan para relawan, hati saya juga ikut
tergerak untuk membantu. Namun, dengan cara yang sedikit berbeda, tidak turun
langsung ke lapangan untuk membantu. Misalnya dengan mengirimkan bantuan berupa
dana melalui lembaga-lembaga kemanusiaan yang ada.
Bagi saya, seorang relawan itu
sangat luar biasa. Menyisihkan waktu, tenaga dan
pikiran untuk menjadi seorang relawan tidaklah mudah. Apalagi jika sedang
merasakan letih setelah bekerja ataupun kuliah. Hari libur yang biasanya
digunakan untuk rebahan, nonton serial kesukaan, jalan-jalan bahkan tidur pun
harus digantikan dengan kegiatan yang cukup menguras tenaga.
Hingga disuatu masa, saya membaca
sebuah hadits yang menggerakkan hati dan raga saya untuk berpartisipasi dalam
kegiatan kerelawanan yang berbunyi, “Sebaik-baik
manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.” (HR.
Ahmad)
Walaupun
dalam prosesnya, terjadi pergolakan dalam batin saya. Sehingga ketika dibuka
lowongan untuk menjadi relawan pada salah satu komunitas di kota saya—Balikpapan,
saya memberanikan diri untuk mendaftar. Saya belum pernah mengikuti kegiatan
relawan yang terjun ke lapangan untuk membantu korban bencana alam secara
langsung, tapi saya mencoba untuk menjadi relawan yang bisa memberikan manfaat
kepada orang-orang yang ada di sekitar saya.
Akhirnya, pada awal tahun 2021, saya mengikuti salah satu komunitas yang ada di Balikpapan, yaitu Balikpapan Youth Spirit (BYS). Ada tiga program atau social project yang dilakukan oleh relawan BYS yaitu Go and Clean (GNC), Inisiatif Mendidik Balikpapan (IMB) dan Panggung Muda Balikpapan (PMB). Saat itu, saya memilih untuk mengikuti program Go and Clean (GNC), yaitu salah satu program yang bertujuan untuk menjaring daerah-daerah di Balikpapan dalam membiasakan peduli lingkungan dengan gagasan inovasi pengembangan lingkungan gaya baru demi terciptanya budaya peduli lingkungan di Balikpapan. Para relawan akan bekerja sama dengan warga setempat dalam menyatukan tujuan bersama membangun lingkungan tersebut. Kegiatan yang kami lakukan adalah bersih-bersih pantai, penanaman bibit mangrove, mengikuti kegiatan World Cleanup Day Indonesia, muralisasi di kampung binaan dan kegiatan kolaborasi lainnya.
Kemudian, pada tahun 2022, saya mengikuti program Inisiatif Mendidik Balikpapan (IMB), dimana dalam divisi ini, para relawan akan mengajar di salah satu kampung binaan komunitas BYS. Bukan hanya mengajar tentang akademik, akan tetapi kami juga membangun karakter anak-anak yang ada di kampung binaan tersebut menjadi karakter yang lebih baik. Mengambil sistem pengajaran dengan belajar sambil bermain, diharapkan anak-anak dapat lebih enjoy dalam mengikuti kegiatan kami. Anak-anak yang ikut dalam kegiatan ini terdiri dari berbagai usia, mulai dari usia dini hingga usia SD kelas 6.
Kegiatan
pelaksanaan IMB ini mengolaborasikan tenaga relawan BYS yang berasal dari berbagai
profesi terbuka. Mulai dari mahasiswa, pekerja kantoran bahkan profesi guru
juga turut andil dalam kegiatan ini. Sedangkan, rangkaian kegiatan IMB ini
fokus pada tiga kegiatan utama, yaitu anak-anak (objek utama), kepemudaan
(pemberdayaan) dan parenting (penjagaan).
Pada suatu
hari, ada momen yang sangat membekas di hati saya saat mengajar, bahkan membuat
mata saya berkaca-kaca. Setelah kegiatan mengajar berakhir, biasanya kami akan
mengadakan rapat evaluasi untuk kegiatan mengajar pada hari itu. Namun, sebelum
rapat dimulai, seorang anak menghampiri saya dan memberikan bucket snack berbentuk
love. Hal kecil yang membuat saya sangat bahagia. Dari momen ini, saya
belajar satu hal yang sangat berarti untuk saya. Ternyata bukan materi yang
membuat kita bahagia, tapi hadiah kecil dan rasa tulus yang diberikan, sudah
cukup mendefinisikan kata bahagia itu sendiri.
Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menjadi manusia yang bermanfaat. Kita bisa menggunakan segala potensi yang kita miliki dan memberikannya pada orang lain. Karena sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan, hal itu akan menjadi salah satu amal saleh yang akan memberatkan timbangan amal kebaikan kita di akhirat kelak. Seperti dalam firman Allah dalam Surah Az-Zalzalah ayat 7 yang berbunyi, “Maka barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat biji zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” Walaupun belum bisa berpartisipasi menjadi relawan untuk korban bencana alam, kita bisa menjadi relawan kebaikan untuk membantu saudara-saudara yang ada di sekitar kita.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar