Kamis, 18 Agustus 2022

MANUSIA YANG BERMANFAAT


            Bermanfaat berarti memberikan manfaat bagi orang lain. Menggunakan segala potensi yang dimiliki dan membagikannya pada orang lain. Tidak semua orang bisa melakukan hal ini, hanya sebagian orang yang jiwanya tergerak untuk bisa berbagi dan juga kondisinya memungkinkan. Sebagai manusia yang diciptakan oleh Allah, kita hidup bukan hanya untuk menjaga hubungan baik kita dengan Allah (hablum minallah) yang dilaksanakan dengan hanya beribadah kepada-Nya, akan tetapi kita juga perlu menjaga hubungan baik kita dengan sesama manusia (hablum minannas) yang dilakukan dalam interaksi sosial.

Menjadi seorang relawan, bisa menjadi salah satu alternatif bagi kita yang ingin bermanfaat untuk orang lain. Seseorang disebut sebagai seorang relawan bukan hanya orang-orang yang membantu saat terjadi bencana alam seperti gunung meletus, banjir, tanah longsor dan lain-lain. Namun, relawan adalah orang yang mau mendedikasikan waktu, tenaga dan pikirannya secara sukarela untuk membantu orang lain tanpa mendapatkan upah dari siapapun. Jadi, segala bentuk kegiatan yang dilakukannya murni untuk membantu orang lain.

            Manusia sebagai makhluk sempurna ciptaan Allah, selain dikaruniai akal dan pikiran, kita juga dikaruniai hati yang juga dapat merasakan apa yang dirasakan oleh saudara kita. Hal ini sama seperti makna ukhuwah Islamiyah, bila seorang atau sekelompok mukmin mengalami kesulitan, maka mukmin yang lain akan turut merasakannya. Selanjutnya, akan memberikan bantuan dalam bentuk apapun untuk meringankan beban dan penderitaan saudaranya. Rasulullah SAW bersabda, "Orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, mengasihi dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya)." (HR. Bukhari dan Muslim)

Bagi sebagian orang yang kurang menyukai suasana yang ramai, cenderung menarik diri untuk tidak terlibat dalam kegiatan sosial. Namun, bukan berarti mereka yang tidak terlibat dalam kegiatan sosial adalah orang yang anti sosial. Hanya saja, bisa jadi ada beberapa hal yang menghalangi mereka. Saya termasuk salah satu dari mereka yang selama ini bersembunyi dari khalayak ramai. Sebenarnya, ketika melihat berita-berita di surat kabar atau sosial media yang memberitahukan tentang kejadian bencana alam dan lainnya yang membutuhkan uluran tangan para relawan, hati saya juga ikut tergerak untuk membantu. Namun, dengan cara yang sedikit berbeda, tidak turun langsung ke lapangan untuk membantu. Misalnya dengan mengirimkan bantuan berupa dana melalui lembaga-lembaga kemanusiaan yang ada.

Bagi saya, seorang relawan itu sangat luar biasa. Menyisihkan waktu, tenaga dan pikiran untuk menjadi seorang relawan tidaklah mudah. Apalagi jika sedang merasakan letih setelah bekerja ataupun kuliah. Hari libur yang biasanya digunakan untuk rebahan, nonton serial kesukaan, jalan-jalan bahkan tidur pun harus digantikan dengan kegiatan yang cukup menguras tenaga.

Hingga disuatu masa, saya membaca sebuah hadits yang menggerakkan hati dan raga saya untuk berpartisipasi dalam kegiatan kerelawanan yang berbunyi, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.” (HR. Ahmad)

Walaupun dalam prosesnya, terjadi pergolakan dalam batin saya. Sehingga ketika dibuka lowongan untuk menjadi relawan pada salah satu komunitas di kota saya—Balikpapan, saya memberanikan diri untuk mendaftar. Saya belum pernah mengikuti kegiatan relawan yang terjun ke lapangan untuk membantu korban bencana alam secara langsung, tapi saya mencoba untuk menjadi relawan yang bisa memberikan manfaat kepada orang-orang yang ada di sekitar saya.

Akhirnya, pada awal tahun 2021, saya mengikuti salah satu komunitas yang ada di Balikpapan, yaitu Balikpapan Youth Spirit (BYS). Ada tiga program atau social project yang dilakukan oleh relawan BYS yaitu Go and Clean (GNC), Inisiatif Mendidik Balikpapan (IMB) dan Panggung Muda Balikpapan (PMB). Saat itu, saya memilih untuk mengikuti program Go and Clean (GNC), yaitu salah satu program yang bertujuan untuk menjaring daerah-daerah di Balikpapan dalam membiasakan peduli lingkungan dengan gagasan inovasi pengembangan lingkungan gaya baru demi terciptanya budaya peduli lingkungan di Balikpapan. Para relawan akan bekerja sama dengan warga setempat dalam menyatukan tujuan bersama membangun lingkungan tersebut. Kegiatan yang kami lakukan adalah bersih-bersih pantai, penanaman bibit mangrove, mengikuti kegiatan World Cleanup Day Indonesia, muralisasi di kampung binaan dan kegiatan kolaborasi lainnya.


Penanaman Bibit Mangrove


Bersih-bersih Pantai dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup

Kemudian, pada tahun 2022, saya mengikuti program Inisiatif Mendidik Balikpapan (IMB), dimana dalam divisi ini, para relawan akan mengajar di salah satu kampung binaan komunitas BYS. Bukan hanya mengajar tentang akademik, akan tetapi kami juga membangun karakter anak-anak yang ada di kampung binaan tersebut menjadi karakter yang lebih baik. Mengambil sistem pengajaran dengan belajar sambil bermain, diharapkan anak-anak dapat lebih enjoy dalam mengikuti kegiatan kami. Anak-anak yang ikut dalam kegiatan ini terdiri dari berbagai usia, mulai dari usia dini hingga usia SD kelas 6.

Kegiatan pelaksanaan IMB ini mengolaborasikan tenaga relawan BYS yang berasal dari berbagai profesi terbuka. Mulai dari mahasiswa, pekerja kantoran bahkan profesi guru juga turut andil dalam kegiatan ini. Sedangkan, rangkaian kegiatan IMB ini fokus pada tiga kegiatan utama, yaitu anak-anak (objek utama), kepemudaan (pemberdayaan) dan parenting (penjagaan).


Belajar Mengenal Warna dalam Bahasa Inggris 


Belajar Mengenal Jenis-jenis Hewan dan Tumbuhan


Menulis Cita-cita

Pada suatu hari, ada momen yang sangat membekas di hati saya saat mengajar, bahkan membuat mata saya berkaca-kaca. Setelah kegiatan mengajar berakhir, biasanya kami akan mengadakan rapat evaluasi untuk kegiatan mengajar pada hari itu. Namun, sebelum rapat dimulai, seorang anak menghampiri saya dan memberikan bucket snack berbentuk love. Hal kecil yang membuat saya sangat bahagia. Dari momen ini, saya belajar satu hal yang sangat berarti untuk saya. Ternyata bukan materi yang membuat kita bahagia, tapi hadiah kecil dan rasa tulus yang diberikan, sudah cukup mendefinisikan kata bahagia itu sendiri.


Bucket Love

Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menjadi manusia yang bermanfaat. Kita bisa menggunakan segala potensi yang kita miliki dan memberikannya pada orang lain. Karena sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan, hal itu akan menjadi salah satu amal saleh yang akan memberatkan timbangan amal kebaikan kita di akhirat kelak. Seperti dalam firman Allah dalam Surah Az-Zalzalah ayat 7 yang berbunyi, “Maka barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat biji zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” Walaupun belum bisa berpartisipasi menjadi relawan untuk korban bencana alam, kita bisa menjadi relawan kebaikan untuk membantu saudara-saudara yang ada di sekitar kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

CATATAN RAMADHAN KE-9

       Katanya bulan puasa adalah momentum untuk kita memperbaiki diri. Memperbaiki diri dalam hal ini ada 2, yaitu memperbaiki fisik dan ji...